KELOMPOK PERIKANAN MINA KEPIS BURIKAN

Kelompok Perikanan Ikan (KPI) Mina Kepis di Dusun Burikan, Sumberadi, Sleman merupakan salah satu contoh KPI yang sukses menggali dan memaksimalkan potensi lokasi di tingkat Desa. Berderet Prestasi baik tingkat lokal maupun Nasional telah diraih dengan penuh perjuangan dan pengorbanan yang cukup panjang.

KPI Mina Kepis berdiri sejak tahun 1983 silam secara Swadaya. Berawal dari Kelompok Taruna Tani Burikan (TTB) yang dibentuk untuk mewadahi aktifitas Pemuda Tani di Dusun Burikan, khususnya bidang Pariwisata Perikanan. 

Salah satu faktor yang menjadikan bidang perikanan didesa ini maju adalah ketersediaan sumber air yang melimpah. Dimana air dari beberapa Sumber tertampung dan mengalir di Sungai Lempong yang berada di sebelah Tenggara dan berhimpitan dengan Dusun Burikan.

Sepanjang Tahun air tidak pernah kering , sehingga potensi itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh warga untuk dijadikan Budidaya Perikanan.

Salah satu kunci sukses Budidaya Perikanan KPI Mina Kepis adalah Kesolodan dan Kekompakan antar Kelompok dimana termasuk dalam segi Penjualan terdapat tempat khusus sehingga memotong rantai Makelar atau Tengkulak yang berakibat harga jual ikan menjadi Maksimal diterima oleh Kelompok Tani.

Adapun beberapa jenis ikan yang dibudidayan KPI Mina Kepis diantaran jenis Ikan Nila, Gurame, Bawal, Lele, Tawes, Patin serta ikan Hias Komet dan Ikan Hias Koi yang saat ini sedang Tren Booming. Ikan jenis Nila merupakan ikan dengan nilai penjualan terbesar yakni hingga 8 Ton baik Bibit maupun Kosumsi dengan nilai Omset yang Fantastis mencapai Rp. 2,5 Milyar Pertahun. Tak heran KPI Mina Kepis kini menjadi salah satu produsen ikan terbesar di Kabupaten Sleman.

KPI Mina Kepis terbukti mampu mendongkrak kesejaterahan para anggotanya, sekaligus menjadi motor pengerak warga sekitar, hal ini dibuktikan dengan semakin banyaknya kelompok pembudidaya ikan di Kalurahan Sumberadi.

Raihan Prestasi KPI Mina Kepis antara lain pernah ditunjuk untuk mewakili Taruna Tani DIY Tingkat Nasional, selain itu menjadi tempat Studi Banding oleh sebagian Negara Asia dan Afrika serta mendapat Penghargaan dari Dirjen Perikanan Kemeneterian Kelautan dan pernah di Undang oleh Presiden Republik Indonesia.