Bregada “Rakai Warak” Dusun Warak Kidul

A. Pelaku seni

1. Prajurit
2. Penabuh
3. Komandan Bregada
4. Pembawa Panji
5. Pengiring

B. Fungsi dan Makna Seni

Seni bregada memiliki fungsi dan makna yang erat kaitannya dengan tradisi, keindahan, serta nilai-nilai luhur masyarakat Warak Kidul. Fungsinya tidak hanya sebagai bagian penting dari upacara adat dan kegiatan sakral, tetapi juga sebagai bentuk seni pertunjukan yang menggambarkan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap leluhur serta penguasa. Melalui perpaduan gerak, musik, dan busana, bregada menjadi media untuk menampilkan keindahan, kedisiplinan, dan kekompakan dalam satu kesatuan estetik. Adapun makna seni bregada mencerminkan nilai keberanian, kesetiaan, dan kehormatan, sekaligus melambangkan keseimbangan antara kekuatan lahir dan batin yang dijaga melalui harmoni budaya dan spiritual masyarakat Warak Kidul.

C. Sejarah Singkat

Dahulu Warak merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Medang (masa Mataram Kuno) yang dipimpin Sri Maharaja Rakai Warak. Ketika kerajaan Mataram Kuno mulai beralih menjadi Kerajaan Mataram Islam dikirimlah utusan Raden Mas Sujono (Pangeran Mangkubumi) bernama Kiai Beruk untuk melatih dan mengatur rakyat Warak menjadi Prajurit mendukung keamanan Mataram. Kemudian Prajurit bentukan Kiai Beruk ini dinamakan Bregada Rakai Warak untuk menghormati cikal bakal Warak sebagai daerah kekuasaan Rakai Warak. Pasukan ini merupakan bagian dari upaya perlawanan Pangeran Mangkubumi yang kecewa terhadap pemerintahan Pakubuwono II yang mewariskan tahkta kepada Pakubuwono III karena hasutan dari VOC. Prajurit ini dipersenjatai pedang-perisai dan tombak. Persiapan pasukan ini dilakukan untuk menghadapi pasukan VOC yang bertindak sewenang-wenang dan
membuat rakyat sengsara. Bregada ini diinspirasi Sri Maharaja Rakai Warak yang memiliki karakter kepemimpinan tegas, kuat dan berwibawa saat masa kepemimpinnya di Kerajaan Medang. Karakter itu sesuai dengan arti Warak dalam Bahasa Indonesia yang berarti Badak. Badak yang merupakan hewan terbesar dan terkuat kedua di dunia yang juga turut berperan pula menjaga ekosistemnya. Sering menelusur hutan dan berkubang membantu benih-benih pepohonan tumbuh tersebar.

D. Dwojo / Klebet Bregada Rakai Warak

Dwojo / klebet Bregada Rakai Warak berlatar belakang warna Hitam melambangkan tanah atau kesuburan dan kemakmuran di dusun Warak Kidul. Logo/kaligrafi membentuk gambar Blangkon Prajurit dengan aksara jawa bertuliskan Bregada Rakai Warak yang berwarna kuning bermakna keluhuran, ketuhanan, dan ketenteraman.
Dalam upacara selamatan pada masyarakat Jawa, juga sering dihadirkan nasi kuning sebagai bagian dari sesaji. Hal ini merupakan simbol pengharapan akan keselamatan dari Tuhan yang Maha Kuasa.