Pekbung “Mardika Swara” Dusun Warak Kidul
A. Pelaku seni
1. Pemimpin Lagu (pemberi aba-aba)
2. Vokal
3. Penabuh
B. Fungsi dan Makna Seni
Pekbung Mardika Swara memiliki fungsi seni yang sangat luas dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk dalam tradisi yang diselenggarakan di Warak Kidul. Dalam acara syawalan, pekbung berfungsi sebagai penyambut tamu dan penghangat suasana setelah Idulfitri. Pada malam tirakatan, tabuhan pekbung yang lembut menciptakan suasana khidmat dan memperkuat kebersamaan warga. Ketika karnaval HUT RI, pekbung tampil dengan irama yang lebih dinamis untuk memberi semangat dan mengiringi barisan peserta. Dalam perayaan Natal dan Paskah,
pekbung digunakan sebagai pengiring pembuka acara, menambah kesakralan sekaligus mencerminkan harmoni budaya. Saat buka puasa bersama, pekbung dimainkan sebagai pengantar sebelum acara dimulai agar suasana lebih rukun. Dalam syukuran kelahiran, tabuhan pekbung memberi nuansa syukur dan doa bagi keluarga yang merayakan. Pada malam midodareni pengantin, pekbung menghadirkan suasana anggun dan sakral sesuai adat. Dalam selamatan 1000 hari, pekbung berfungsi memperkuat suasana tenang dan penghormatan bagi almarhum.
Sedangkan pada kegiatan periodik Selasa Kliwonan di Kerkhof Muntilan, Pekbung Mardika Swara hadir sebagai penjaga kesinambungan tradisi dan identitas budaya.
Pekbung Mardika Swara di Warak Kidul juga sering terlibat dalam kegiatan adat
seperti rangkaian merti dusun, menjadikannya unsur seni yang melekat dalam
kehidupan masyarakat.
C. Peralatan Yang Digunakan
1. Rebana sebagai alat musik utama untuk menghasilkan irama pekbung.
2. Microphone untuk memperkuat suara vokal maupun pengumuman saat pertunjukan.
3. Speaker / sound system untuk mengatur keluaran suara agar terdengar jelas oleh penonton.
4. Kendang kecil (opsional, tergantung formasi) untuk variasi ritme.
5. Stand mic untuk memudahkan vokal saat bernyanyi.
6. Tikar / alas duduk jika penampilan dilakukan di tempat terbuka.
D. Genre: Seni Musik Tradisional
E. Deskripsi Seni
Tokoh yang dimainkan dalam seni pertunjukan:
1. Pemimpin lagu
Orang yang memberi aba-aba pergantian lagu, tempo, masuknya vokal, atau penanda akhir.
2. Penabuh utama
Pemain yang mengatur pola ritme rebana dan memimpin tabuhan dasar.
3. Penabuh pendukung
Pemain rebana lain yang memperkuat harmoni irama dan mengisi pola selingan (cegatan).
4. Vokal
Membawakan lagu/vokal pengiring sesuai irama pekbung.
F. Fungsi dan Makna Seni
Seni Pekbung Mardika Swara memiliki makna yang sangat mendalam bagi kehidupan sosial warga Warak Kidul, terutama dalam hal toleransi dan kerukunan beragama. Sejak didirikan pada tahun 2005 oleh warga RT 04 RW 10 Warak Kidul, paguyuban ini dibangun sebagai ruang bersama untuk memperkuat hubungan warga tanpa memandang agama maupun latar belakang. Keunikan Pekbung Mardika Swara terletak pada komposisi pelakunya, yang mayoritas merupakan warga Katolik, namun dengan penuh keikhlasan dan semangat kebersamaan mereka turut mengisi berbagai kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan Islam seperti Syawalan, Halal bihalal, buka puasa, selamatan, dan malam tirakatan. Kehadiran mereka dalam acara-acara tersebut bukan hanya bentuk partisipasi seni, tetapi juga wujud nyata penghormatan dan dukungan terhadap tradisi keagamaan warga Muslim
di Warak Kidul.
Makna seni pekbung di lingkungan ini kemudian berkembang menjadi simbol kerukunan lintas iman, memperlihatkan bahwa seni dapat menjadi jembatan yang menyatukan perbedaan. Dalam perayaan Natal, Paskah, malam midodareni, syukuran kelahiran, selamatan 1000 hari, hingga kegiatan periodik Selasa Kliwonan
di Kerkhof Muntilan, Pekbung Mardika Swara selalu hadir sebagai penguat suasana dan penanda kebersamaan. Melalui tabuhan rebana dan vokal yang mengiringi berbagai ritual sosial, pekbung menjadi ruang di mana warga berinteraksi, bekerja sama, dan saling menghargai satu sama lain. Dengan demikian, makna utama Pekbung Mardika Swara tidak hanya terletak pada aspek seni dan budaya, tetapi juga pada nilai toleransi, solidaritas, dan keharmonisan antarumat beragama, yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat Warak Kidul.