Wiwitan Dusun Warak Kidul
Wiwitan dilaksanakan menjelang masa panen sebagai bentuk rasa syukur atas hasil
bumi. Kegiatan ini biasanya dilakukan di pinggir sawah atau di pematang tempat
padi akan dipanen di Warak Kidul.
A. Yang terlibat dalam kegiatan Wiwitan
a. Tokoh adat / sesepuh desa yang memimpin doa atau ritual.
b. Petani sebagai penyelenggara utama
c. Warga dusun yang ikut serta dalam doa/syukuran
B. Bacaan/Mantra yang dibaca ketika acara ritus
a. Doa selamatan / doa syukur (doa ujub) yang dipimpin oleh sesepuh atau tokoh adat.
b. Isinya berupa ucapan syukur atas hasil bumi, permohonan keselamatan, dan kelancaran panen.
C. Perlengkapan Ritus
a. Hasil Panen / Hasil Sawah
a) Padi pertama (pari wiwitan)
b) Sayuran atau hasil ladang lain (opsional)
b. Sesaji / Ubarampe
a) Tumpeng kecil / nasi berkat
b) Lauk sederhana (telur rebus, sambal, sayur)
c) Jajan pasar
d) Buah-buahan
e) Air putih
c. Peralatan Ritual
a) Tampah atau wadah untuk sesaji
b) Kain alas untuk meletakkan sesajen
c) Kemenyan
D. Proses rangkaian Wiwitan
Wiwitan diawali dengan berkumpulnya para petani dan warga di area persawahan menjelang panen. Sesepuh atau tokoh adat menyiapkan sesaji sederhana yang berisi hasil bumi, tumpeng kecil, jajan pasar, dan air putih yang diletakkan di pematang sawah. Setelah semua siap, sesepuh memimpin doa syukur atas kesuburan tanaman dan memohon kelancaran panen serta keselamatan bagi para petani. Doa biasanya berlangsung singkat dan khusyuk, kemudian dilanjutkan dengan prosesi simbolis memotong beberapa batang padi pertama sebagai tanda dimulainya panen. Setelah itu, warga bersama-sama menikmati hidangan sederhana sebagai bentuk syukur dan kebersamaan. Keseluruhan rangkaian Wiwitan menekankan rasa terima kasih kepada Tuhan dan penghargaan terhadap hasil bumi.