Seni Drama Tradisional CINDE LARAS Dusun Gabahan

A. Pelaku seni merupakan warga lingkungan

B. Fungsi Seni
Seni drama tradisional berfungsi sebagai media penyampai nilai, cerita, dan pesan moral melalui permainan peran. Cerita yang diangkat biasanya dekat dengan kehidupan masyarakat, sehingga mudah dipahami dan diperhatikan oleh penonton. Melalui drama, nilai-nilai seperti kebijaksanaan, gotong royong, dan etika sosial disampaikan dengan cara yang menghibur. Selain itu, drama tradisional juga menjadi wadah kreatif bagi para pelaku seni untuk
menampilkan kemampuan akting, musik, dan tari yang berpadu menjadi satu pertunjukan yang hidup dan menarik.

C. Peralatan yang digunakan
Peralatan drama tradisional disesuaikan dengan kebutuhan cerita dan gaya pertunjukannya, meliputi:
● Kostum dan busana tokoh (sesuai karakter cerita)
● Properti panggung (kipas, tongkat, pedang kayu, kendi, dan objek lain pendukung alur cerita)
● Rias wajah tradisional (make-up untuk menegaskan karakter)
● Panggung atau area pentas
● Tirai atau latar sederhana
● Pencahayaan tradisional (lampu sorot sederhana atau penerangan manual)
● Alat musik pengiring, seperti gamelan, kendang, atau alat musik daerah lain sesuai jenis dramanya

D. Genre: Teater Tradisional / Drama Rakyat
● Termasuk dalam genre seni teater tradisional, seperti ketoprak, wayang orang, ludruk, atau lenong (tergantung daerah).
● Genre ini memadukan unsur dialog, gerak, musik, dan cerita rakyat sehingga dikenal sebagai drama panggung berbasis tradisi.

E. Deskripsi Seni

Seni drama tradisional adalah bentuk pertunjukan yang menyajikan cerita rakyat, legenda, atau kisah kehidupan sehari-hari melalui permainan peran. Pertunjukan ini biasanya dibawakan di panggung terbuka atau balai desa dengan iringan musik tradisional. Setiap tokoh digambarkan melalui kostum, dialog, gerak, dan ekspresi
yang khas sehingga penonton dapat mengikuti alur cerita dengan mudah. Drama tradisional tidak hanya menyajikan hiburan, tetapi juga mengandung pesan moral, nilai budaya, dan nasihat kehidupan yang disampaikan secara ringan dan menarik.

F. Fungsi dan Makna Seni
Seni drama tradisional berfungsi sebagai media penyampai nilai, cerita, dan pesan moral melalui pertunjukan yang menghibur. Cerita-cerita yang dibawakan sering kali berisi pelajaran tentang kehidupan, kebijaksanaan, dan nilai sosial yang relevan dengan masyarakat. Di samping itu, drama tradisional juga menjadi wadah untuk melestarikan budaya lokal, memperkenalkan tokoh dan cerita rakyat, serta mengembangkan kreativitas para pelaku seni
dalam hal akting, musik, dan tata panggung.