Seni Jathilan Sekar Budoyo Dusun Warak Lor

A. Pelaku seni
Para pemuda di padukuhan warak lor, dengan 60 anggota sudah termasuk pengurus.
Dengan terdapat susunan kepengurusan:
1. Ketua: Andreas Triyanto Rio Pamungkas
2. Sekretaris: Bagus Rindi Saputro
3. Bendahara: Ari Sulistyo

B. Fungsi Seni
a. Sarana mempererat kebersamaan pemuda: Melalui latihan dan pementasan, para pemuda Warak Lor belajar bekerja sama, membangun solidaritas, dan memperkuat hubungan sosial antarwarga.
b. Wadah kegiatan positif: Jathilan menjadi alternatif kegiatan yang bermanfaat bagi pemuda, mengalihkan mereka dari hal-hal negatif dan memberi ruang untuk menyalurkan energi serta kreativitas.
c. Media hiburan masyarakat: Setiap kali ditampilkan, Jathilan Sekar Budoyo menjadi hiburan rakyat yang meriah dan dinanti oleh masyarakat desa.
d. Pelestarian budaya lokal: Kesenian Jathilan merupakan warisan tradisional Jawa yang kaya nilai-nilai spiritual dan simbolik. Dengan adanya kelompok ini, budaya tersebut tetap hidup dan berkembang.
e. Pewarisan nilai-nilai tradisi: Para anggota tidak hanya menari, tetapi juga belajar tentang makna, sejarah, serta filosofi yang terkandung dalam kesenian Jathilan.
f. Identitas daerah: Jathilan Sekar Budoyo menjadi ikon budaya yang memperkenalkan Warak Lor kepada masyarakat luar.

C. Peralatan yang digunakan

1.Sepengkat Gamelan
2.Jaran
3.Barongan

2. Alat-alat yang dipunyai Jathilan Sekar Budoyo:
1.Kendang: 1 (Tetapu sudah tidak layak pakai)
2.Kempul: 1
3.Gong
4.Jaran: 8
5.Barongan: 1

D. Gendre seni jathilan sekar budoyo ini adalah tradisional.

E. Deskripsi Seni
Sejarah Jathilan Sekar Budoyo:
Jathilan Sekar Budoyo ini berada di Padukuhan Warak Lor,didirikan pada tahun 2015 oleh Mas Wantoro, kemudian dilanjutkan oleh para pemuda warak lor dengan tujuan untuk nguri-uri budaya yang saat ini di ketuai oleh Mas Rio.
Hingga saat ini Jathilan Sekar Budoyo masih sangat aktif untuk melakukan pementasan maupun latihan.

F. Fungsi dan Makna Seni
Seni Jathilan Sekar Budoyo memiliki fungsi dan makna yang penting bagi masyarakat Warak Lor. Fungsi utamanya adalah sebagai sarana hiburan rakyat, wadah berkumpul dan berkreasi bagi para pemuda, serta media untuk
melestarikan budaya tradisional Jawa. Melalui kegiatan ini, para anggota dapat mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat gotong royong, dan menjaga identitas budaya desa. Secara makna, Jathilan Sekar Budoyo
menggambarkan nilai keberanian, kekompakan, dan spiritualitas masyarakat, karena di dalamnya terdapat simbol perjuangan antara kebaikan dan kejahatan serta rasa syukur kepada Tuhan. Dengan demikian, kesenian ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan bagi kehidupan sosial dan budaya masyarakat Warak Lor.