Seni Tari di Dusun Warak Lor

A. Pelaku seni
1. Nama: Fransiska Listya Rahmawati
Tempat/Tanggal Lahir: Sleman, 30 April 2005
Alamat: Tundan 02/06, Sumberadi, Mlati, Sleman Yogyakarta.
2. Nama: Githa Eka Nathalia (Githa)
Tempat/Tanggal Lahir: Sleman, 29 juni 2005
Alamat: Warak Lor, Sumberadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.
3. Nama : Belita Ines Roselani
Tempat/Tanggal Lahir: Sleman, 03 November 2014
Alamat : Warak Lor NO 11 RT 7 Rw 8, Sumberadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta.
4. Nama: Odilia Nathania Calida
Tempat/Tanggal Lahir: Sleman, 18 Juli 2005
Alamat: Tundan 02/06, Sumberadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta

B. Fungsi Seni
Berangkat dari keinginan untuk *nguri-uri* budaya Jawa, khususnya seni tari tradisional, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian nilai-nilai budaya yang adiluhung agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman. Seni tari Jawa tidak hanya dipandang sebagai bentuk ekspresi estetis, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai, filosofi hidup, serta identitas budaya yang sarat makna. Oleh karena itu, keterlibatan dalam bidang tari menjadi salah satu upaya nyata untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya tersebut.

Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, ketertarikan ini juga dilandasi oleh hobi dan minat pribadi di bidang seni tari. Melalui proses berlatih dan menekuni tari Jawa, diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai teknik gerak, irama, serta makna simbolik yang terkandung di dalam setiap tarian. Kegiatan ini tidak hanya memberikan kepuasan secara personal, tetapi juga menjadi sarana pengembangan diri, peningkatan kepekaan estetis, serta kontribusi positif dalam memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya Jawa di lingkungan sekitar.

C. Peralatan yang digunakan
Menyesuaikan dari tarian yang akan di bawakan.

D. Gendre
Seni Tari : Tradisional, kontemperer dan modifikasi

E. Profil dari penari
1. Fransiska telah mengenal dan mempelajari seni tari sejak usia dini dan terus mengembangkannya hingga saat ini. Dalam perjalanannya, Fransiska pernah aktif di beberapa sanggar, antara lain Sanggar Cakra Kembang dan Sanggar Yadi Plantangan. Saat ini, Fransiska aktif dalam kegiatan kesenian di Sanggar Kusuma Batari serta Paguyuban Seni Jathilan Kudho Gautama dengan peran sebagai bendahara. Selain itu, Fransiska juga tergabung sebagai anggota bidang seni tari di UKM KAMASETRA Universitas Negeri Yogyakarta.

2. Gytha telah mengenal seni tari sejak usia dini dan sempat mengikutimbeberapa sanggar. Saat ini, Gytha mengembangkan kemampuan menari secara otodidak serta aktif tampil dalam berbagai kegiatan pertunjukan,
baik di lingkungan kampus, desa, maupun acara lainnya.

3. Ines meskipun masih berusia cukup muda, telah menunjukkan keberanian dan kepedulian untuk *nguri-uri* budaya Jawa melalui seni tari. Ines mendapat dukungan penuh dari orang tuanya dalam mengembangkan bakat menarinya. Saat ini, Ines aktif mengikuti Sanggar Krincing Manis dan kerap terlibat dalam berbagai pementasan di
sejumlah acara.

4. Nathania telah mengenal dan menggeluti seni tari sejak usia dini. Sebelumnya, Nathania pernah aktif di Sanggar Cakra Kembang dan hingga saat ini masih sering terlibat dalam berbagai pementasan, salah satunya pada event Saka Pariwisata Sleman. Selain aktif tampil, Nathania juga pernah mengajar tari klasik kepada siswa. Di samping seni tari,
Nathania juga memiliki kemampuan yang baik di bidang karawitan.

F. Fungsi dan Makna Seni
Seni tari tradisional memiliki fungsi dan makna yang penting dalam kehidupan masyarakat, baik secara budaya, sosial, maupun spiritual. Fungsi seni tari tradisional meliputi sarana upacara adat atau ritual keagamaan,
media hiburan, serta sarana pendidikan dan pelestarian budaya. Selain itu, tari tradisional juga berfungsi sebagai media komunikasi untuk menyampaikan nilai, norma, dan pesan moral kepada masyarakat, serta sebagai identitas
budaya suatu daerah.

Makna seni tari tradisional terletak pada simbolisme gerak, iringan, busana, dan
tata rias yang mencerminkan filosofi hidup, sejarah, serta pandangan
masyarakat pendukungnya. Melalui tari tradisional, nilai-nilai seperti
keselarasan, kesopanan, kebersamaan, dan penghormatan terhadap alam serta
leluhur diwariskan dari generasi ke generasi.