Ritus di Dusun Tokerten

A, Kegiatan Ritus di Dusun Tokerten:
1. Upacara panen padi: wiwitan
2. Genduren
3. Tirakatan
4. Tahlilan, yasinan dan doa Bersama di masjid
5. Ziarah ke makam leluhur
6. Aqiqah (selamatan kelahiran)
7. Khitanan
8. Pernikahan
9. Upacara kematian (tahlilan)
10. Kerja bakti gotong royong jalan dusun

B. Kapan dan dimana kegiatan tersebut diadakan
Kegiatan dilakukan oleh masing-masing warga yang mempunyai kepentingan. Setiap
kegiatan biasanya dibantu oleh para tetangga secara sukarela.
1. Upacara wiwitan dilakukan pada masa tertentu dalam siklus tanam, biasanya
diakukan setahun sekali sebagai ucapan syukur hasil panen.
2. Genduren dilaksanakan secara berulang dan teratur dalam situasi tertentu.
3. Tirakatan dilakukan dilakukan di malam tertentu, seperti: malam 1 suro, malam
17 Agustus dan acara penting lain di dusun.
4. Tahlilan atau yasinan dilakukan biasanya setiap Kamis (malam Jumat)
5. Ziarah dilakukan di makan leluhur, biasanya menjelang bulan Ramadan atau
hari besar keagamaan.
6. Aqiqah biasanya dilakukan bagi warga yang mampu, 7 hari setelah kelahiran
bayi.
7. Khitanan dilakukan saat anak laki-laki beranjak remaja.
8. Pernikahan adat sesuai jadwal pernikahan.
9. Tahlilan kematian dilakukan hari ke-1, ke-3, ke-7, ke-40, ke-100 hingga haul
setiap tahun sampai ke-1000 hari.

C. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ritus di dusun:
1. Sesepuh dusun
2. Tokoh agama
3. Perangkat dusun / kepala dusun
4. Masyarakat dusun
5. Kelompok tani, karang taruna dan PKK.

D. Bacaan/Mantra yang dibaca ketika acara ritus
Bacaan dalam acara ritus di dusun biasanya menyesuaikan agama dan tradisi
masyarakat setempat. Biasanya dibacakan oleh tokoh agama.

E. Perlengkapan Ritus
1. Perlengkapan doa dan selamatan
2. Perlengkapan sesaji atau makanan tradisional
3. Perlengkapan adat atau lingkungan seperti bendera, umbul-umbul dan hiasan
tradisional
4. Perlengkapan simbolik seperti bunga dan air.

F. Proses rangkaian Ritus tersebut
Kegiatan ritus di dusun biasanya dilaksanakan secara gotong royong oleh seluruh
warga. Persiapan dimulai beberapa hari sebelumnya. Warga bersama perangkat
dusun membersihkan tempat acara, menata peralatan, dan menyiapkan bahan
makanan untuk selamatan. Para ibu biasanya memasak bersama di rumah salah
satu warga atau di balai dusun, sedangkan para bapak menyiapkan tenda, tempat
duduk, dan perlengkapan doa.
Pada hari pelaksanaan, acara diawali dengan sambutan dari kepala dusun atau
perwakilan panitia yang menjelaskan maksud kegiatan, misalnya sebagai bentuk
syukur atas hasil panen atau doa agar lingkungan dusun tetap aman dan subur.
Setelah itu dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama, biasanya dipimpin oleh
tokoh agama atau sesepuh dusun. Doa yang dibacakan meliputi surat Al-Fatihah,
Yasin, tahlil, dan doa keselamatan bagi seluruh warga.